AKU ADALAH PUISI
Lihatlah aku yg merayu di dinding pameran itu
Mengungkap rasa-rasa segala rasa yg terasa
Menghias setiap pajangan dengan kata indah
Memberi senyuman kepada setiap penyukanya
Aku adalah yg tidak berperasaan
Aku hanya sebaris kalimat yg bisa menjelma
Memberi sentuhan kepada hati yg terdalam
Aku adalah puisi
CINTAMU AKU DAN DIA
Sudahlah, aku terima semua ini
Takkan ada lagi cerita tentang aku kepada ibu
Aku sadari bukan akulah sejati cintamu
Kasih yg tercurah darimu lupakanlah
Namun aku kan tetap mencurahkan kasihku padamu
Karena rasa-rasa dulu masih ada
Dia sangat lembut bak sentuhan kapas
Sedang selalu dihantui rasa amarah, sperti katamu
Jika tercerita semuanya pilu lagi hati ini
Aku hanya seorang pemimpi yg mampir di hatimu
Berjumpa di Abai terabaikan
Aku mengerti
Mungkin dia adalah pembawa bahagia di masadepanmu
Maafkan salah yg terbuat saat kita saling menyinggahi dulu
Mungkin aku bukan pembawa bahagia di masadepamu
Akulah secuil debu yg telah dibersihkan di hatimu
Walau "kita cukup sampai disini"
Lanjutkanlah jalanmu yg telah terlangkah bersamanya
Aku rela tinggal di kekelaman ini bersama piluku dan perihku
Dia bukan aku, kinipun aku bukan aku lagi
Aku telah berubah menjadi sehelai daun yg ditiup angin
Entah kemana
Terima kasih semuanya
Semoga engkau bahagia dengan sejati yg kau pilih
Dan terima jugalah sedikit kasihku ini meski aku bukan aku lagi
Namun jika itu beban bagimu usir aku, jangan sapa aku lagi
Aku ingin kau bahagia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar